Loading...
Kegiatan

Ekonomis, Hanya Jutaan Rupiah: Tim Bisnis dan IT Development Lab.Bisnis FEBI Dampingi Ekspansi dan Benahi Sistem Toko Cahaya Sidrap

TONASA
02 October 2026
Editor: TONASA
Ekonomis, Hanya Jutaan Rupiah: Tim Bisnis dan IT Development Lab.Bisnis FEBI Dampingi Ekspansi dan Benahi Sistem Toko Cahaya Sidrap
suasana pemeriksaan sistem keuangan dan IT komputer Toko Cab.4 Cahaya Sidrap Kendari


    KENDARI — Pengembangan usaha tidak selalu harus dimulai dengan biaya konsultasi yang besar. Bagi pengusaha muda yang sedang memperluas jaringan bisnis, persoalan justru sering muncul ketika jumlah cabang bertambah, transaksi semakin banyak, dan pengelolaan keuangan serta teknologi mulai membutuhkan sistem yang lebih teratur.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian Laboratorium Entrepreneur Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kendari melalui tim bisnis dan teknologi informasinya. Tim tersebut memberikan penyuluhan sekaligus konsultasi bisnis kepada Cahaya Sidrap, usaha yang bergerak pada perdagangan komoditas dasar dan kebutuhan sembako serta telah memiliki beberapa cabang toko.

    Pendampingan tersebut dirancang untuk membantu pemilik usaha melihat bisnis secara lebih menyeluruh, mulai dari pencatatan dan pengelolaan keuangan, sistem informasi, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung operasional usaha.

    Yang menarik, layanan konsultasi dan pendampingan bisnis tersebut ditawarkan dengan biaya yang relatif ekonomis, yakni hanya dalam kisaran jutaan rupiah. Konsep ini menjadi bagian dari upaya Laboratorium Entrepreneur FEBI untuk memperluas akses konsultasi bisnis bagi pelaku usaha, khususnya pengusaha muda dan usaha yang sedang berkembang.

    Kepala Laboratorium Entrepreneur FEBI, Muhamad Tonasa, S.Ak., M.Ak., mengatakan pendampingan tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang muncul saat ini, tetapi juga membangun sistem yang dapat digunakan ketika usaha berkembang lebih besar.

    “Ketika sebuah usaha sudah memiliki beberapa cabang, kebutuhan pengelolaannya tentu berbeda dengan usaha yang masih dikelola dari satu toko. Yang perlu dibangun bukan hanya bagaimana meningkatkan penjualan, tetapi bagaimana memastikan keuangan, data, sistem dan pengambilan keputusan berjalan dengan baik,” ujar Tonasa.

    Dalam proses konsultasi tersebut, Laboratorium Entrepreneur FEBI melibatkan dua bidang keahlian. Aspek teknologi informasi ditangani oleh Muh. Darul Zulkifli Riton, S.T., yang memberikan perhatian pada kebutuhan sistem dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung aktivitas bisnis.

    Sementara aspek akuntansi dan pengelolaan keuangan ditangani oleh Pak Konsultan Keuangan La Rice Sokafetapaha, S.Ak. , yang membantu melihat kebutuhan pencatatan transaksi, pengelompokan arus uang, serta informasi keuangan yang dibutuhkan pemilik dalam memantau perkembangan masing-masing cabang.

    Pembagian peran tersebut membuat konsultasi tidak berhenti pada satu persoalan. Bisnis dipandang sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan antara transaksi, keuangan, teknologi dan keputusan manajemen.

    Bagi usaha perdagangan sembako dengan beberapa cabang, persoalan arus kas menjadi salah satu bagian yang penting. Banyaknya transaksi harian membuat pemilik usaha membutuhkan informasi yang mampu menunjukkan dari mana uang masuk, ke mana uang keluar, serta bagaimana kondisi masing-masing cabang.

    Melalui pendampingan tersebut, tim Laboratorium Entrepreneur FEBI mendorong agar informasi keuangan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pencatatan, tetapi juga menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.

    “Data keuangan seharusnya tidak hanya menjadi laporan di akhir bulan. Dari data tersebut pemilik usaha bisa mengetahui cabang mana yang berkembang, bagaimana pola pengeluaran, bagaimana perputaran barang dan apa yang perlu diperbaiki,” kata Rice dalam sesi konsultasi.

    Di sisi lain, Darul menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mengurangi pekerjaan manual yang berulang. Menurutnya, ketika jumlah cabang dan volume transaksi meningkat, penggunaan sistem digital dapat membantu pemilik usaha memperoleh informasi secara lebih cepat dan terstruktur.

    Pendampingan juga diarahkan untuk melihat kemungkinan integrasi antara sistem teknologi dengan kebutuhan akuntansi. Dengan demikian, data transaksi yang dihasilkan dari aktivitas bisnis dapat dimanfaatkan menjadi informasi yang lebih mudah dipantau oleh pemilik usaha.

    Tonasa mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari visi Laboratorium Entrepreneur FEBI untuk tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi tempat bertemunya pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia usaha.

    Menurut dia, pengalaman menangani persoalan nyata di lapangan juga memberikan ruang pembelajaran bagi tim laboratorium dan mahasiswa untuk memahami bahwa teori bisnis, akuntansi dan teknologi memiliki persoalan yang berbeda ketika diterapkan dalam usaha sehari-hari.

    “Laboratorium tidak boleh hanya berbicara tentang teori. Kami ingin keahlian yang ada di kampus juga dapat memberikan manfaat langsung kepada dunia usaha,” ujar Tonasa.

    Pendampingan terhadap Cahaya Sidrap menjadi salah satu contoh bagaimana konsultasi bisnis dapat dilakukan secara lebih terjangkau tanpa mengabaikan kebutuhan profesional. Dengan biaya konsultasi yang berada pada kisaran jutaan rupiah, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan dari beberapa bidang keahlian sekaligus.

    Bagi Cahaya Sidrap, pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk memperkuat pengelolaan usaha seiring dengan bertambahnya jaringan toko yang dimiliki.

    Sementara bagi Laboratorium Entrepreneur FEBI, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang mempertemukan akademisi, teknologi, akuntansi dan pelaku usaha dalam satu ruang kolaborasi.

    Ke depan, pola pendampingan semacam ini dapat dikembangkan tidak hanya untuk usaha perdagangan sembako, tetapi juga bagi pelaku UMKM lain yang membutuhkan bantuan dalam bidang pembukuan, digitalisasi, sistem informasi, pemasaran hingga pengembangan model bisnis.

    Dengan demikian, konsultasi bisnis tidak lagi dipandang sebagai layanan yang hanya dapat dijangkau perusahaan besar. Pengusaha muda dan UMKM juga dapat memperoleh akses terhadap keahlian profesional dengan biaya yang lebih ekonomis dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

    Bagikan:
    Space Iklan Premium
    Tingkatkan Omzet Bisnis Anda!

    Jangkau ribuan mahasiswa dan pelaku UMKM di ekosistem E-Biz FEBI setiap harinya.

    Pasang Iklan Sekarang
    Official Partner
    Promo Pegadaian
    Butuh Modal Usaha Syariah?

    Ajukan pembiayaan mudah dan aman untuk UMKM Anda bersama Pegadaian.

    Ajukan Sekarang
    Promosikan Bisnismu

    Space tersedia (300 x 250px)
    Klik untuk detail